Indikator
  • Undercontruction

Fenomena 'Mudik Lebaran'

Home / Opini / Fenomena 'Mudik Lebaran'
Fenomena 'Mudik Lebaran' Zulkarnain Nasution (Pengamat Sosial). (Foto: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTAMENJELANG Lebaran Idul Fitri fenomena rutinitas masyarakat kita, khususnya masyarakat di perkotaan yang akan mudik ke kampung halamannya semakin terasa.

Rutinitas “Mudik Lebaran” ini pada masyarakat kita setiap tahunnya sudah  melekat menjadi tradisi sosial “interaksi simbol” (mengutip istilah sosiologi) yang menjadi keharusan setiap individu untuk berinteraksi tatap muka langsung.

Peningkatan arus mudik lebaran akan lebih terasa apabila menjelang hari sebelum dan sesudah lebaran (H-7 dan H+7), dimana hal ini dapat dilihat dari kasatmata terjadinya fenomena antrean yang panjang dan saling berdesakan untuk  berangkat menaiki  transportasi, seperti: bis, kereta api, dan kapal laut. Yang penting baginya bisa mudik berlebaran di kampung halamannya.

Fenomena lainnya pemudik yang menggunakan kendaraan sendiri dengan mobil dan sepeda motor semakin memadati jalan raya menuju ke kampung halamannya.

Walaupun kondisi sekarang ini harga BBM sudah mengalami kenaikan yang cukup tinggi,  akan tetapi tidak menyurutkan keinginan masyarakat kita untuk mudik lebaran di kampung halamannya.

Tradisi mudik lebaran yang sudah berlangsung sejak masa lalu  oleh masyarakat kita semakin tahun semakin menunjukkan angka yang terus meningkat.

Mudik lebaran pada tahun-tahun terakhir ini tidak hanya menggunakan transportasi umum, akan tetapi juga banyak masyarakat yang menggunakan mobil pribadi, dan menggunakan sepeda motor.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com