Indikator
  • Undercontruction

Surat-surat Taufiq Wr Hidayat: Yang Berlebaran

Home / Opini / Surat-surat Taufiq Wr Hidayat: Yang Berlebaran
Surat-surat Taufiq Wr Hidayat: Yang Berlebaran Taufiq Wr Hidayat, Sastrawan dan Budayawan asal Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Lebaran bagi saya, ialah kebahagiaan di usia kanak-kanak. Dulu, sebentar-sebentar saya menoleh ke kanan-kiri lengan baju baru yang dibelikan ibu setahun sekali. Bangga dan bahagia punya baju baru. Kalau bergerak selalu berhati-hati, takut baju baru itu kena kotor atau rusak.

Kebahagiaan spiritual seperti itu kini, tak terasa lagi. Baju baru biasa-biasa saja bagi saya. Kadang kalau baju baru itu terasa kekecilan, hanya dipakai sekali di hari raya hari pertama. Hari berikutnya tidak saya pakai lagi karena tak senyaman memakai baju lama yang terasa lengket dan pas di badan.

Di balik baju baru yang saya beli untuk berlebaran, ada perasaan tak bahagia, tak bangga, tak senang seperti waktu kecil dulu.

Kebahagiaan itu bukan lagi milik saya. Ketika segala yang baru dan segala pencapaian serta ketentraman hidup bagi diri sendiri tak menakjubkan, tak membahagiakan, sejatinya yang luar biasa, yang menakjubkan, dan yang membahagiakan itu bukan di dalam diri sendiri.

Artinya, kepuasan pribadi hanya tipuan kefanaan, ujar orang yang luhur entah siapa. Tapi, lanjut si orang luhur, ketakjuban, ketentraman hidup atau kebahagiaan itu harus dapat ditemukan dan dirasakan di luar diri yang pribadi.

Itu, tak lain, ialah membahagiakan. Kebahagiaan yang tumbuh dengan kemampuan dan mengupayakan kebahagiaan orang lain, keluarga, handai taulan, kawan, atau orang lain yang bukan siapa-siapa.

Saya pun dapat merasakan kebahagiaan itu ketika melihat anak-anak kecil bahagia dengan baju barunya.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com