Indikator
  • USD → IDR Jual: 13,307 • USD → IDR Beli: 13,321
  • EUR → IDR Jual: 15,495 • EUR → IDR Beli: 15,515
  • HKD → IDR Jual: 1,704 • HKD → IDR Beli: 1,706
  • JPY → IDR Jual: 119 • JPY → IDR Beli: 119
  • AUD → IDR Jual: 10,531 • AUD → IDR Beli: 10,548
  • SGD → IDR Jual: 9,754 • SGD → IDR Beli: 9,772
  • Emas Jual → 550,000 • Emas Beli → 528,000
  • Perak Jual → 10,300
  • Update Tanggal 22-07-2017

Sambut Konferensi Bank Dunia di Bali, Pembangunan Bandara Blimbingsari Dipercepat

Home / Ekonomi / Sambut Konferensi Bank Dunia di Bali, Pembangunan Bandara Blimbingsari Dipercepat
Sambut Konferensi Bank Dunia di Bali, Pembangunan Bandara Blimbingsari Dipercepat Bupati Anas dan Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi (Foto : Ahmad Suudi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Menyambut digelarnya Konferensi Bank Dunia atau International Monetary Fund (IMF) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Pulau Bali, pada Oktober 2018 mendatang, pembangunan penambahan landasan dan epron atau area parkir pesawat Bandara Blimbingsari Banyuwangi dipercepat.

Perusahaan BUMN PT Angkasa Pura (AP) II yang ditunjuk sebagai pengelola baru Bandara Blimbingsari menargetkan pembangunan akan segera dimulai tahun ini.

Kepada TIMES Indonesia, Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan fisik meliputi penambahan panjang landasan 400 meter dari yang sebelumnya sepanjang 2.250 meter.

Selanjutnya Pavement Classification Number (PCN) atau kekuatan landasan menahan beban juga akan ditambah dari yang sebelumnya bernilai 40 PCN menjadi 45 PCN agar bisa didarati pesawat atas jenis NG atau jenis lain.

"Paling lambat mulai sebelum Januari tahun depan, target pembangunan selesai Agustus tahun depan," kata Awalludin di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (12/8/2017).

Setelah dianggap siap, Bandara Blimbingsari Banyuwangi akan menjadi tempat parkir pesawat-pesawat tamu Konferensi Bank Dunia di Bali dari berbagai negara, juga Bandara Internasional Lombok.

Pasalnya Bandara Internasional Ngurah Rai Bali tidak akan mampu menampung semua pesawat besar tamu konferensi yang tepatnya, akan digelar di Nusa Dua itu.

"Saya sebut ini pembangunan Bandara Blimbingsari tahap pertama oleh AP II. Nanti secara berkelanjutan, seperti yang diinginkan Bupati Anas, kita akan berusaha mengembangkannya menjadi bandara Internasional yang rata-rata pesawatnya jenis wide body," pungkas Awalludin. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com