Indikator
  • Undercontruction

Bejat, Kakak Tega Setubuhi Adik Ipar

Home / Peristiwa / Bejat, Kakak Tega Setubuhi Adik Ipar
Bejat, Kakak Tega Setubuhi Adik Ipar Kapolsek Genteng Kompol Sumartono (kiri) didampingi Kanit Reskrim IPTU Pudji Wahyono saat melakukan Press Release kasus asusila. (Foto: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Perbuatan yang dilakukan Suwandi alias Sutil (47) warga Dusun Jalen Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ini memang bejat, Karena tidak bisa menahan nafsu, ia tega menyetubuhi Bunga (bukan nama sebenarnya) yang tak lain adalah adik iparnya.

Perbuatan tersangka dilakukan di sebuah perkebunan Kalitlepak Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. 

Orang tua korban yang tak terima dengan kejadian ini langsung melaporkanya ke Mapolsek Genteng. 

Menurut keterangan Polisi, awalnya korban yang masih berusia 14 tahun ini tinggal serumah dengan tersangka pada Sabtu (9/9/2017) malam, diajak pergi mengantar cabai ke rumah orangtua tersangka di wilayah Pedotan, Bangorejo.

Setelah itu koban diajak untuk membeli sabit, karena rumah pedagang sabit sudah tutup, tersangka bersama korban pulang lewat perkebunan, dengan alasan lebih cepat sampainya.

Sesampainya di tempat kejadian, niat buruk tersangka timbul dan korban disuruh turun lalu membuka celananya.
Karena korban tidak mau, tersangka memaksa dan mengancam korban.

"Tersangka memakai jas hujan sebagai alas, setelah melampiaskan nafsunya tersangka bersama korban pulang. Sampai di rumah, korban menceritakan kejadian ini kepada orang tuanya," ungkap Kapolsek Genteng Kompol Sumartono, Selasa (13/9/2017). 

Mendapat cerita itu, orang tua korban bersama istri tersangka langsung melaporkan hal ini ke Mapolsek Genteng. Namun sayang, saat polisi datang, tersangka sudah kabur.

"Minggu malam kami mendapat informasi kalau tersangka bersembunyi di dalam kebun, kami bergegas ke lokasi dan tersangka berhasil kami tangkap di sebuah rumah tempat pencari nira kelapa beristirahat, " jelasnya. 

Selain mengamankan tersangka Polisi juga mengamankan barang bukti berupa jas hujan dan pakaian korban. Akibat perbuatanya, tersangka akan dijerat dengan pasal 81 UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuma maksimal 15 tahun penjara. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com