Indikator
  • Undercontruction

PCNU Banyuwangi Laporkan Yunus atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Home / Peristiwa / PCNU Banyuwangi Laporkan Yunus atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
PCNU Banyuwangi Laporkan Yunus atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua tim advokad LKBH-NU, Misnadi SH MH didampingi advokad dan Banom NU saat diwawancarai terkait pelaporan berkas pencemaran nama baik kepada Polres Banyuwangi, Rabu (13/9/2017). (Foto: Hafil Ahmad/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi laporkan aktivis kontroversial, M Yunus Wahyudi, yang telah mencemarkan namai baik Ketua PCNU, KH Masykur Ali dan Wakil Ketua, H Nanang Nur Ahmadi kepada Polres setempat.

Aktivis kontroversial itu telah menyebut bahwa Ketua dan Wakil Ketua PCNU menerima sejumlah aliran dana dari pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu sejak masa IMN sampai PT BSI serta menyebarkan ujaran kebencian yang menyebut ‘Kiai Peram***’ beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, secara resmi Badan Otonom (Banom) NU, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LKBH-NU) telah mendapatkan surat kuasa dari pemberi kuasa yang dituduh menerima sejumlah aliran dana seperti yang disampaikan melalui Media Sosial (Medsos).

Ketua tim advokat LKBH-NU Banyuwangi, Misnadi SH MH mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan saudara Yunus dengan pasal 310 dan pasal 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) jo pasal 27 Undang-undang ITE kepada Kepolisian.

Yunus diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan menuduh sejumlah pihak telah mendapatkan sejumlah aliran dana dan menista orang lain, baik secara lisan maupun tulisan dan bahwa orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhannya dan jika tuduhan tersebut tidak benar.

“Hal itu harus dapat dibuktikan, dan mulai hari ini proses hukum sudah dijalankan karena restu dari Kiai-kiai juga sudah dan mendukung langkah kita,” kata Misnadi didampingi 7 pengacara lainnya di Mapolres Banyuwangi, Rabu (13/9/2017).

Akan tetapi pihaknya menyebut bahwa Ketua dan Wakil Ketua NU membuka jalan seluas-luasnya menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan (islah).

Apalagi Yunus juga mengaku sebagai warga NU dan Pagar Nusa yang termasuk dalam Banom NU. Selain itu, sebagai ikhwanul muslim akhul muslim (sesama muslim bersaudara) memberi maaf merupakan perbuatan yang mulia di mata Allah Subhanahu Wata’ala (SWT).

“Para kiai NU memberikan keleluasaan kalau toh Yunus mau menyelesaikan dengan baik para kiai akan legowo. Tapi kalau tidak mengindahkan peluang ini ya sudah, proses hukum akan dijalankan. Dan sejauh ini masih belum ada itikad baik dari Yunus,” imbuhnya.

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com