Indikator
  • Undercontruction
Pilgub Jatim 2018

Dua Kader NU Maju Pilgub Jatim, Pakar: Ukhuwah Harus Tetap Dijaga

Home / Politik / Dua Kader NU Maju Pilgub Jatim, Pakar: Ukhuwah Harus Tetap Dijaga
Dua Kader NU Maju Pilgub Jatim, Pakar: Ukhuwah Harus Tetap Dijaga Politisi senior dari NU, Gus Ipul dan Khofifah, di Pilgub Jatim 2018 (Foto: TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SURABAYA – Tampilnya dua politisi senior dari NU, Gus Ipul dan Khofifah, di Pilgub Jatim 2018 membuktikan darah dam pesona NU masih kental dalam percaturan politik daerah di Jawa Timur.

"Saya meyakini, persaingan dua kandidat mainstream ini akan menampilkan perang strategi merebut massa yang sangat ketat," kata Dosen Fisip Uninversitas Brawijaya, Dr Anang Sujoko di Malang, Kamis (12/10)

Menurut dia, meski PKB mendukung Gus Ipul, namun Kofifah masih dikenal dekat dengan massa grassroot di tingkat organisasi Fatayat atau Muslimat NU. Mereka akan adu strategi, antara NU secara kultural dan NU secara struktural melalui kedekatan dengan PKB.

"Dalam perspektif saya, kekuatan basis massa Khofifah di dua kali Pilkada Jatim sebelumnya masih bisa dibangkitkan kembali," tambah pakar kajian Kepolisian ini

Namun, tambahnya, posisi Gus Ipul dalam dua kali pemerintahan di Jatim ini juga telah menanamkan bibit-bibit popularitasnya.

"Dalam dua tahun terakhir, Gus Ipul lebih sering turun ke bawah menyapa masyarakat dalam berbagai even. Sistem pemilu kita yang masih mengandalkan "kharisma" dan popularitas, menjadikan Gus Ipul mempunyai chance yang lebih dibanding Khofifah," urai dia.

Namun, dibalik kontestasi antara dua kader NU tersebut, Anang menyimpan sebuah kekhawatiran.

"Kekhawatiran saya adalah akan munculnya dua arus di keluarga besar NU Jatim. Ini yang harus dihindari dan dicegah oleh kyai-kyai NU senior," ungkapnya.

Menurut Anang, selama ini sikap kyai-kyai NU di Jatim relatif mendukung keputusan PKB. Karena secara internal, PKB di Jatim punya kekuatan hubungan dengan kyai-kyai, sehingga suara PKB mencerminkan mayoritas kyai di Jatim.

Apalagi, tambah dia, kyai ini kan memiliki pengikut loyal, sehingga apa yang disampaikan oleh para kyai seolah menjadi titah atau perintah sekaligus petunjuk.

"Nah dalam konteks politik Pilkada Jatim ini, perlu ada upaya aktif dari para kyai untuk menciptakan suasana yang kondusif tanpa harus mengabaikan pelaksanaan demokrasi yang berkualitas. Ukhuwah menjadi nilai penting yang harus tetap terjaga," tegasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com