Indikator
  • Undercontruction

Terkait Izin Retribusi Galian C, Begini Reaksi Cepat DPRD Banyuwangi

Home / Peristiwa - Daerah / Terkait Izin Retribusi Galian C, Begini Reaksi Cepat DPRD Banyuwangi
Terkait Izin Retribusi Galian C, Begini Reaksi Cepat DPRD Banyuwangi Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H Joni Subagio. (FOTO: Hafil Ahmad/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Usaha Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Jawa Timur, dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) patut diacungi jempol. Kali ini, wakil rakyat menyoroti soal retribusi galian C berizin, tapi belum transparan.

Di sisi lain, pelaku galian C bodong atau yang masih dalam tahap pengurusan izin, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Bahkan ada yang mencicipi dinginnya hotel prodeo.

“Fakta di lapangan, penambang yang belum mengantongi izin ditangkap dan ditahan. Bahkan beberapa sudah dijatuhi vonis. Tetapi di lain pihak, pemilik tambang galian C yang telah mengantongi izin belum ada kejelasan berapa besaran angka retribusi yang dibayarkan kepada pemerintah,” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H Joni Subagyo, Selasa (13/2/2018).

Guna menuntaskan polemik tersebut, dewan akan segera memanggil para pihak terkait. Mulai dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Banyuwangi serta para pengusaha galian C.

Dari situ diharapkan akan memunculkan solusi terbaik. Terlebih demi percepatan pembangunan di Bumi Blambangan, ketersediaan material galian C, batu dan pasir sangat dibutuhkan.

“Di kabupaten lain seperti di Karangasem Bali itu bisa (membuat regulasi) oleh pemda. Kenapa di Banyuwangi kok tidak,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Banyuwangi ini.

Namun, sebelum regulasi tersebut lahir, Joni mengimbau para pelaku galian C bodong untuk tidak beroperasi dulu. Sementara bagi para pengusaha galian C berizin, diminta segera membayar retribusi ke Bapenda Banyuwangi.

Sekadar diketahui, reaksi ini bermula dari forum hearing yang digelar DPRD Banyuwangi, dengan para pelaku galian C dan Forum Suara Blambangan (Forsuba), Senin sore kemarin (12/2/2018). Mengetahui adanya dugaan bahwa pengusaha galian C berizin banyak yang tidak membayar retribusi, Joni langsung meminta sidang digelar secara tertutup. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com