Hujan Banjiri Aspal Jalanan, Bocah Banyuwangi Asyik Ngeban

Home / Berita / Hujan Banjiri Aspal Jalanan, Bocah Banyuwangi Asyik Ngeban
Hujan Banjiri Aspal Jalanan, Bocah Banyuwangi Asyik Ngeban Tangkapan layar video bocah-bocah bermain ban diatas banjir jalanan. (FOTO: Andri for TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Tak selalu banjir membawa kesedihan, dalam guyuran hujan ada sudut kesenangan untuk beberapa insan. Salah satunya untuk bocah-bocah asal Banyuwangi ini. Berburu kesenangan dengan berselancar diatas aspal menggunakan ban mobil bekas, mengarungi arus banjir di sepanjang jalanan lingkungan Rekam, Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Mereka berlari, bergelut dengan air hujan yang sejak siang hari mengguyur wilayah Desa Jambewangi. Menunggangi ban, bocah-bocah itu berteriak, seolah sedang berada diatas sirkuit air yang sedang di olimpiadekan.

"Ayo Binar, balapan," teriak salah satu bocah kepada temannya.

Banjir setinggi 30 sentimeter atau seukuran betis orang dewasa pada hari Kamis (13/2/2020) kemarin, memang menjadi pemandangan yang luar biasa. Bahkan, arus air nampak jelas. Kondisi jalanan yang condong menurun ke arah selatan, membuat laju air semakin kencang. Ban yang ditunggangi bocah-bocah siswa sekolah dasar itu melaju cukup kencang. Meskipun, sesekali ban mereka tersangkut batu dan pasir yang ikut terseret luapan sungai di sisi jalan.

Aksi balap air yang dilakukan anak tersebut, sontak memicu perhatian pengguna jalan yang sedang berteduh di teras pertokoan. Bahkan, dalam video yang sudah tersebar di media sosial ini, terdengar suara ibu-ibu yang turut menikmati pertunjukan langka tersebut.

"Ayo ayo, tapi hati-hati kalau ada kendaraan lewat," teriak suara perempuan dalam video.

Kurang lebih sepanjang 200 meter, mereka mengarungi arus air itu. Saat tiba diujung lintasan, tepatnya mendekati perlintasan kereta api, balapan pun dihentikan. Meski masih bocah, mereka seolah sudah tau bahwa akan berbahaya ketika diteruskan.

Ban pun diambil. Dengan tubuh mungilnya, mereka menggendong ban untuk memulai start dari awal lagi.

Bukan lepas tanpa pengawasan, rupanya sejumlah pemuda lingkungan sekitar turut mengawasi. Saat ada kendaraan lewat, keseruan pun dihentikan. Tak bermaksud merenggut kesenangan para bocah-bocah ini, ini demi keselamatan dan bentuk tanggung jawab pemuda setempat dengan generasi penerusnya.

"Saat jalan sepi mereka boleh bermain lagi. Tapi harus menepi saat ada kendaraan lewat," kata Andri Dwi Mardiono, pemuda setempat, Jumat (14/2/2020).

Kepada TIMES Indonesia, Andri mengaku sudah tidak kaget dengan banjir dikawasan jalan tersebut. Sungai yang mengalir dibawah trotoar jalan memang sering meluap tatkala banjir datang. Ditambah air kiriman dari dusun diatasnya, membuat jalanan tersebut selalu tergenang ketika hujan deras lebih dari 3 jam.

"Sudah biasa jalan ini terendam. Cuman untuk ketinggian seperti ini ya baru kali ini," katanya.

Hingga berita ini ditulis, video aksi ngeban bocah-bocah di atas banjir di jalanan Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi ini telah ditonton dan dibagikan oleh ratusan warganet. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com