BPJS Ketenagakerjaan Situbondo Gelar Sosialisasi Jaminan Sosial Pada Mahasiswa

Home / Berita / BPJS Ketenagakerjaan Situbondo Gelar Sosialisasi Jaminan Sosial Pada Mahasiswa
BPJS Ketenagakerjaan Situbondo Gelar Sosialisasi Jaminan Sosial Pada Mahasiswa Suasana sosialisasi tentang pentingnya jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan KCP Situbondo, kepada mahasiswa magang dan KKN. (FOTO: Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGIBPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Situbondo, gelar sosialisasi tentang pentingnya jaminan sosial. Kali ini, menjadi peserta adalah para mahasiswa magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kabupaten setempat.

“BPJS Ketenagakerjaan mempunyai 4 program yang bisa diikuti para pekerja penerima upah yang mendapat upah dari badan usaha, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian), JHT (Jaminan Hari Tua) dan JP (Jaminan Pensiun),” ucap Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Situbondo, Bisri Yusmadi, Rabu (24/7/201).

Sedang untuk sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), lanjutnya, bisa menjadi kepesertaan JKK, JKM dan JHT. Sektor BPU dimaksud diantaranya petani, nelayan, tukang becak dan lainnya. Termasuk kalangan siswa magang.

Dalam kegiatan yang dikemas santai di salah satu rumah tempat tinggal para mahasiswa magang, Bisri menjelaskan, sesuai dengan Pasal 2 ayat 1, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, disebutkan bahwa siswa kerja praktik berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Hanya dengan Rp 16.800,- pekerja Bukan Penerima Upah, seperti nelayan, petani dan lain lain sudah dapat menikmati program JKK dan JKM,” ujarnya.

Sosialisasi pentingnya jaminan sosial ini sengaja digeber BPJS Ketenagakerjaan KCP Situbondo, guna memberi pemahaman sejak dini kepada para mahasiswa. Dengan begitu, saat memasuki dunia kerja mereka sudah mengerti tentang program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Budi Jatmiko menambahkan, guna memberi rasa aman dan sebagai bentuk perlindungan, dia berharap adanya kepedulian pihak sekolah maupun kampus. Terutama sekolah yang memiliki siswa magang dan kampus saat mahasiswa menjalani KKN. “Karena resiko kerja dapat dialami siapa saja tidak memandang usia dan pekerjaan,” katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com