Puluhan Kades Kagumi Inovasi Desa Tambong Banyuwangi

Home / Berita / Puluhan Kades Kagumi Inovasi Desa Tambong Banyuwangi
Puluhan Kades Kagumi Inovasi Desa Tambong Banyuwangi Studi banding Desa Digital oleh Kepala Desa se-Kecamatan Wedung Demak di Desa Tambong Banyuwangi. (Foto: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Sebanyak 20 kepala desa dari Kecamatan Wedung Demak, Kabupaten Banyuwangi, melakukan studi banding di Desa Tambong, Banyuwangi. Mereka mengaku kagum dengan inovasi dari Desa Tambong.

Mereka heran dengan kemajuan desa digital yang dahulunya dikenal pelosok, namun kini mampu memaksimalkan penggunaan internet dalam pengelolaan pelayanan desa berbasis teknologi.

Studi-Banding-Desa-2.jpg

"Padahal desanya kecil dan tergolong terpencil, namun inovasinya sungguh luar biasa," kata Kepala Desa Ngawen Demak, Masrudi, Jumat (13/9/2019).

Studi banding tidak hanya dilakukan kades, namun beserta perangkat dari Pemerintahan Desa, staf kecamatan serta unsur BPD yang melakukan lawatan ke Desa Tambong. Mereka mengaku mengetahui inovasi desa berjuluk Gerbang Blambangan itu dari media sosial. Desa Tambong dikenal sebagai wilayah yang sudah memanfaatkan teknologi digital sebagai pelayanan.

Menurut Masrudi, Desa Tambong sendiri dalam dua semester terakhir ini menjadi sorotan bagi beberapa desa di Kecamatan Wedung Demak. Khususnya dalam sistem pelayanan berbasis digital yang telah memaksimalkan fungsi internet dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tak heran, desa yang dahulunya terbilang tertinggal itu, kini mampu bersaing dan dapat dikatakan sejajar dengan desa maju lainnya di Banyuwangi.

"Tambong sempat menjadi pembicaraan dengan temam-teman disana, sebuah desa mini tapi pelayanannya prima. Urus surat-surat saja tidak sampai 5 menit," katanya.

Studi-Banding-Desa-3.jpg

Jadi, lanjut Masrudi, kalau hanya diperbincangkan dan dipantau jarak jauh itu kurang pas. Sebab itu kita langsung belajar di sini dengan Didik Budi Hartono selaku penggagas inovasi ini.

"Inovasi ini patut dicontoh saya rasa. Tidak hanya di desa di Kecamatan Wedung saja, namun saya rasa di Kabupaten Banyuwangi juga harus diterapkan," katanya.

Apalagi saat ini sedang hangat-hangatnya pembahasan industri 4.0, lanjutnya, ternyata Pemdes serta masyarakat Tambong juga sudah mulai mengaplikasikan. Di mana banyak produk-produk masyarakat lokal yang sudah dipasarkan dan dijual secara online.

"Dengan pemberdayaan dan pengelolaan yang bagus, Pak Didik Budi Hartono mampu mencetuskan teknologi pelayanan canggih melalui Sistem Informasi Desa dengan Intregated Public Services. Desa Tambong adalah contoh desa digital yang sukses, terutama dalam pelayanan dan sistem akses yang mengacu pada transparansi. Yang jelas ketika saya sampai di rumah nanti, pasti pengalaman ini akan saya terapkan disana," paparnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com