Pemilik Tidak Ada, Polisi Periksa Sopir Pengangkut Ribuan Jamu Ilegal di Banyuwangi

Home / Berita / Pemilik Tidak Ada, Polisi Periksa Sopir Pengangkut Ribuan Jamu Ilegal di Banyuwangi
Pemilik Tidak Ada, Polisi Periksa Sopir Pengangkut Ribuan Jamu Ilegal di Banyuwangi Truk pengangkut jamu yang diduga membawa jamu tradisional tanpa dilengkapi izin edar diamankan di Mapolsek Muncar. (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir pengangkut ribuan dus jamu tradisional merek Raja Tawon yang diamankan di Terminal Muncar, Banyuwangi. Hal itu dikarenakan, hingga saat ini pemilik dari jamu yang diduga tidak mengantongi izin edar tersebut tidak ada ditempat.

"Yang kita periksa masih sopir. Pemilik maupun karyawan belum. Karena mereka semua tidak ada di tempat. Saat ini pemilik masih dalam proses pencarian," jelas Kanit II Subdit I Direktorat Tipiter Mabes Polri, AKBP Gede Suyasa, Sabtu (12/10/2019).

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang maraknya peredaran jamu tradisional yang tidak memiliki izin edar di wilayah Banyuwangi. Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya Polisi berhasil mengamankan ribuan botol jamu siap edar yang tanpa dilengkapi izin edar. 

"Sekitar satu minggu kita melakukan penelusuran. Selajutnya kita mengamankan truk berisi kurang lebih 2000 Dus Jamu merk Raja Tawon dan 12 ribu botol atau 1000 dus jamu merk Tawon Klanceng," terangnya.

Sebagai informasi, truk Fuso nopol B 9846 TYU  yang membawa jamu merek Raja Tawon, diamankan polisi Sabtu (12/10/2019). Jamu tersebut diduga diproduksi  di wilayah Sumberberas, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. Jamu-jamu tersebut rencananya akan dikirim ke Padang, Sumatera Barat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com