Bisa Merusak Gigi, Hindari Kebiasaan Menyikat Gigi Ini

Home / Gaya Hidup / Bisa Merusak Gigi, Hindari Kebiasaan Menyikat Gigi Ini
Bisa Merusak Gigi, Hindari Kebiasaan Menyikat Gigi Ini ILUSTRASI - Menyikat Gigi. (FOTO: Hello Sehat)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Membersihkan gigi yang benar tidak cukup hanya menggunakan pasta gigi dan menyikat gigi secara asal-asalan. Kebiasaan menyikat gigi yang asal-asalan justru bisa merusak gigi. Lalu, bagaimana cara menyikat gigi yang benar untuk menjaga kesehatan gigi?

Dilansir dari the Healthy, berikut cara menyikat gigi yang salah san harus Anda hindari.

1. Tidak cukup lama menggosok gigi

Durasi menyikat gigi yang direkomendasikan American Dental Association adalah 2 menit. Namun, banyak orang yang sengaja bahkan tidak sadar menyingkat durasi itu.

Untuk memastikan durasi Anda menyikat gigi, Anda bisa menggunakan sikat gigi eletrik yang berbunyi “bip” saat Anda mencapai dua menit. Anda juga bisa minta bantuan timer di ponsel.

2. Menyikat terlalu keras

Jangan anggap gigi seperti wajan yang harus disikat dengan keras agar semua kotorannya keluar. Bukannya membuat gigi lebih bersih, hal itu justru bisa membahayakan.

Mendorong terlalu keras dapat menekan jaringan gusi, sehingga dapat memperlihatkan sebagian dari akar gigi.

3. Bulu sikat gigi keras

Pemilihan jenis sikat gigi juga penting. Jika Anda mengalami gusi berdarah saat menyikat gigi, salah satu penyebabnya adalah jenis bulu sikat gigi terlalu keras.

Kalau Anda memiliki gusi yang normal berwarna merah muda, tidak mudah berdarah, dan tidak mengalami penurunan gusi, Anda lebih bebas untuk memilih sikat gigi. Namun, jika Anda memiliki beberapa gigi yang mengalami penurunan gusi atau gusi berdarah, disarankan menggunakan bulu sikat yang tingkat soft.

4. Kepala sikat gigi terlalu besar

Sikat gigi harus pas dengan mulut Anda dengan nyaman, yang berarti tidak terlalu kecil atau besar. Karena itu, sebelum menyikat gigi, Anda harus tahu ukuran rahang dan mulut Anda, apakah tergolong sempit atau lebar.

5. Sikat gigi lama tak diganti

Sikat gigi yang sudah digunakan terlalu lama juga mempengaruhi kesehatan gigi.  Sebaiknya, setiap tiga bulan Anda mengganti sikat gigi.

6. Tidak flossing gigi

Menjaga kebersihan gigi tak cukup hanya dengan menyikat gigi. Anda juga perlu melakukan flossing gigi agar sisa makanan dan plak di sela-sela gigi bisa bersih sepenuhnya.

Flossing gigi merupakan prosedur pembersihan gigi menggunakan benang khusus. Menurut The American Dental Association, tindakan ini dapat membersihkan plak di antara sela-sela gigi hingga 80%.

Itulah enam kebiasaan menyikat gigi yang salah. Untuk menjaga kesehatan gigi, sikatlah gigi dengan benar. Caranya sangat mudah. Pertama, bulu sikat gigi diarahkan ke pangkal gigi dengan sudut 45⁰ dari sumbu gigi. Beri tekanan lembut untuk menempatkan ujung bulu sikat pada batas antara gusi dan gigi. Lalu, getarkan dan gosok dengan 5 gerakan tanpa memindahkan ujung bulu sikat dari garis gusi. Selanjutnya, arahkan bulu sikat gigi 45⁰ menghadap perbatasan gusi dan gigi. Lalu, gerakkan ke arah permukaan kunyah gigi sebanyak 5 kali. Lakukan ini di setiap sisi gigi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com