FAJI Banyuwangi Jaring Atlet Arung Jeram Lewat Kemajuan Pariwisata

Home / Olahraga / FAJI Banyuwangi Jaring Atlet Arung Jeram Lewat Kemajuan Pariwisata
FAJI Banyuwangi Jaring Atlet Arung Jeram Lewat Kemajuan Pariwisata Pertemuan FAJI dengan KONI, Dewan DPRD dan Dispora Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Federasi Arung Jeram Indonesia Cabang Banyuwangi (FAJI Banyuwangi) tengah gencar menjaring bibit atlet berbakat di Bumi Blambangan. Sembari membangun kemajuan sektor pariwisata melalui sport rafting (arung jeram), olahraga air ini juga diharapkan bisa melahirkan sejumlah atlet untuk nantinya bisa dipertandingkan dalam sebuah olimpiade.

Bukan hal yang tidak mungkin, mengingat Banyuwangi sendiri saat ini tengah menjadi pusat perhatian banyak orang seantero Nusantara. Selain memiliki visual pegunungan, hutan dan pantai yang menakjubkan, rupanya Banyuwangi juga memiliki sungai yang menantang untuk diarungi.

Didukung dengan sejumlah wisata yang memiliki wahana water sport, maka besar kemungkinan atlet olahraga air berbakat muncul di Banyuwangi.

"FAJI ini ada dua sisi. Sektor olahraga dan pariwisata. Keduanya kita dorong bersamaan," kata Ketua Umum FAJI Banyuwangi, Mulyadib Eko Purnomo, Jumat (14/2/2020).

Untuk sektor pariwisata, FAJI sendiri telah melakukan sejumlah pelatihan khusus bagi pendamping rafting. Selain dibekali wawasan pendamping rafting secara SOP, para skipper ini juga harua memiliki skill khusus dalam menahkodai perahu. Dan juga harus paham betul tentang prinsip pertolongan pertama pada kecelakaan air atau fisrt aid.

"Di Banyuwangi ada 4 provider yang sudah menjalankan rafting ini. Bersama FAJI ini kita berkomitmen memajukan pariwisata sekaligus prestasi olahraga air di Banyuwangi," katanya.

Di sisi lain, menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, upaya penjaringan atlet dan sekaligus mengembangkan sektor pariwisata oleh FAJI ini patut diapresiasi.

"Sangat bagus tentunya. Namun ini adalah alam, pengurus harus benar-benar bisa menata. Dikelola dan memadukan SDM yang ada tentunya," kata Kadispora Banyuwangi, Zen Kostolani.

Menurut Zen, kegiatan ini memiliki nilai ganda bagi Banyuwangi, selain dari sisi pariwisata maju, juga dari sisi olahraganya. Dinilai Zen, cabang olahraga ini ke depan akan memberikan nilai yang berbeda dari cabang olahraga yang sudah ada.

"Saya sangat antusias. Kita berharap semua bisa berjalan seiringan sesuai dengan yang diharapkan," katanya.

Salah satu provider penyedia spot rafting di Banyuwangi, Yusuf Sugiono mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah konsen membangun pariwisata di Bumi Blambangan. Dari sektor wisata hutan pinus yang dinahkodainya, olahraga rafting kini banyak digandrungi oleh para wisatawan.

Meskipun begitu, pria yang akrab disapa Pak No itu tak segan-segan menghentikan aktivitas rafting ketika kondisi alam tidak bersahabat.

"Keselamatan paling utama. Rafting itu kesannya menantang bukan berbahaya," katanya.

Menyikapi wacana FAJI Banyuwangi untuk mendaftarkan diri sebagai cabang olahraga baru, dirinya mengaku sangat mendukung. Tak hanya menyenangkan ketika memacu adrenalin diatas perahu, tentunya akan sangat membanggakan ketika itu juga mampu menorehkan prestasi bagi Banyuwangi.

"Ya semoga rencana ini berjalan lancar. Maju pariwisatanya juga harum prestasinya," katanya.

Untuk diketahui, 4 provider spot rafting (arung jeram) di Banyuwangi saat ini adalah, Pinus Camp Songgon atau WPS, Bospro, X Badeng dan Glenmore Rafting. Dimana, keempatnya merupakan anggota dari FAJI Banyuwangi, yang saat ini tengah memiliki visi misi baru, yakni menjaring atlet berbakat melalui kemajuan pariwisata di Banyuwangi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com