Ada Tanjakan Patah Hati Hingga Putus Cinta di Banyuwangi Ijen Green Run 2019

Home / Olahraga / Ada Tanjakan Patah Hati Hingga Putus Cinta di Banyuwangi Ijen Green Run 2019
Ada Tanjakan Patah Hati Hingga Putus Cinta di Banyuwangi Ijen Green Run 2019 Banyuwangi menggelar Festival Ijen Green Run 2019 di Lereng Gunung Ijen. (Foto: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar lomba lari marathon Ijen Green Run 2019. Gelaran tahun ke empat ini nampak berbeda dari tahun sebelumnya, karena pelari kategori 42 Kilometer ditantang untuk menyusuri tiga tanjakan spektakuler yakni tanjakan patah hati, tanjakan putu seno dan tanjakan putus cinta. 

Ijen Green Run 2019 mengambil start dan finish di Taman Gandrung Terakota, Licin, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sport tourism memang menjadi cara kreatif Banyuwangi dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat dipadu dengan ekowisata, apalagi kaum milenial saat ini gemar gaya hidup sehat, salah satunya olahraga lari.

Festival-Ijen-Green-Run-2019-b.jpg

"Kita terus akan mengembangkan sport tourism, karena anak milenial sekarang suka olahraga dan olahraga sama pariwisata ini saling terkait, selain sehat dan sebagai media promosi, juga untuk memberikan pengalaman yang baru dari tahun ke tahun bagi peserta," ujar Bupati Abdullah Azwar Anas saat akan membuka Ijen Green Run 2019 di Taman Gandrung Terakota, Minggu (21/07/2019).

Bupati Anas menambahkan ajang sport tourism seperti Ijen Green Run ini, memang memiliki pangsa pasar tersendiri. Namun, harus tetap ada inovasi agar penyelenggaraannya selalu dinantikan dan diminati masyarakat.

Lomba lari ini diikuti oleh 560 peserta dari manca negara dan dari berbagai kota di Indonesia. Tercatat ada peserta dari Kenya yang merupakan salah satu negara penghasil pelari di dunia, Prancis, dan Belanda. Ada pula yang datang dari Makasar, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.  

Tanjakan menjadi salah satu ciri khas trek yang disuguhkan dalam kompetisi lari yang telah memasuki tahun ke-empat ini. Mengawali start dari Taman Gandrung Terakota, peserta langsung dihadapkan pada tanjakan yang kemiringannya mencapai 40 derajat.

"Tanjakannya luar biasa. Benar-benar menguras tenaga. Bahkan ada tanjakan yang kita naiknya harus pakai tali. Namun, pemilihan rutenya kian tahun kian menarik," ucap Sutikno, pelari yang tahun ini menjuarai kategori 22K.

Festival-Ijen-Green-Run-2019-c.jpg

Sementara itu, pemenang utama kelas 42K kategori men open masih dipegang oleh Samson Karega Kamau. Dengan catatan waktu 03:40:43, pelari asal Kenya itu berhasil mengulang kesuksesannya menjadi jawara Ijen Green Run 2017.

"Rutenya lebih bagus, dan yang pasti tanjakannya tetap menantang. Udaranya sangat bersahabat, sangat membantu. Menurut saya, tahun ini lebih sempurna penataan jalurnya," pungkas Samson.

Race manajemen Ijen Green Run 2019 Udianto menjelaskan bahwasannya tahun ini memang dibuat berbeda dan lebih menantang, sedangkan kategori pertama yang dilepas adalah Marathon 42K, lalu half marathon 22K, dan terakhir 9K. "Spesial tahun ini kita beri trek yang menantang dan pengalaman tak terlupakan," ujar Udianto. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com