Ratusan Anak di Pesanggaran Banyuwangi Mendapat Beasiswa Pendidikan

Home / Pendidikan / Ratusan Anak di Pesanggaran Banyuwangi Mendapat Beasiswa Pendidikan
Ratusan Anak di Pesanggaran Banyuwangi Mendapat Beasiswa Pendidikan Para penerima bantuan beasiswa pendidikan (Foto : Rizki Alfian/TIMESIndonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – PT Bumi Suksesindo (BSI) memberikan bantuan berupa beasiswa biaya pendidikan kepada ratusan pelajar di wilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/8/2019).

Penyerahan beasiswa ini berlangsung di halaman Kantor Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Pesanggaran. Siswa penerima dan wali siswa datang untuk menerima beasiswa yang diberikan.

"Total beasiswa yang diberikan tahun ini sebanyak 141 paket. Keseluruhan paket itu terbagi menjadi 15 beasiswa S1, 35 SMP, 35 SMA, 50 SD, dan empat beasiswa santri," ucap Kepala Satkorwilsatdik Kecamatan Pesanggaran, Murkamto.

Murkamto mengatakan, penerima beasiswa ini ditetapkan oleh sebuah komite yang beranggotakan perwakilan dari lima desa di wilayah Kecamatan Pesanggaran.

"Prioritas penerima beasiswa diberikan kepada mereka yang berprestasi dan tidak mampu. Jadi, tidak semua bisa mendapat beasiswa ini," katanya.

Perwakilan manajemen PT. BSI, Agus Purwanto, menjelaskan, program beasiswa tahun ini merupakan yang kelima sejak pertama digulirkan pada tahun ajaran 2014-2015.

"Kalau dari sisi jumlah penerima, tahun ini memang menurun. Namun, besaran nominal yang diberikan meningkat dari tahun sebelumnya," ungkapnya.

Agus menegaskan, program ini merupakan wujud kepedulian PT BSI terhadap pendidikan, khususnya di wilayah Pesanggaran. "Kami (BSI) memang mengembangkan program-program untuk menunjang kemajuan pendidikan," terangnya.

Sementara itu penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan beasiswa ini. Menurut Ngaisatun Solikah, siswa kelas XII SMAN 1 Pesanggaran, selama ini keluarganya cukup kesulitan membiayai pendidikannya.

Menurut gadis manis asal Dusun Tembakur, Desa Sumbermulyo, Pesanggaran ini, untuk memenuhinya, ia terpaksa meminta surat keterangan tidak mampu dari desa agar memperoleh keringanan. "Sangat berterima kasih karena membantu biaya pendidikan saya," katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com