Pembelian Mesin Diesel di Gedung DPRD Sumenep Dipertanyakan

Home / Berita / Pembelian Mesin Diesel di Gedung DPRD Sumenep Dipertanyakan
Pembelian Mesin Diesel di Gedung DPRD Sumenep Dipertanyakan Salah satu mahasiswa menunjukkan mesin diesel yang diduga mesin rakitan di Gedung DPRD Sumenep. (FOTO: Busri Toha / TIMESIndonesia)

TIMESBANYUWANGI, JAKARTA – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Kajian Anggaran Sumenep (Pusaka) mempertanyakan fungsi dan manfaat dari mesin diesel atau genset pembangkit listrik yang berada di bagian belakang Gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Alasannya, mesin diesel yang dibeli menggunakan dana anggaran APBD Sumenep 2015 itu, kabarnya diperuntukkan untuk membantu listrik ketika PLN sedang mengalami pemadaman. Namun, kenyatannya jarang dipergunakan dan ketika dicoba, selalu mati dan ada gangguan pada mesin.

Berdasarkan pantauan TIMES Madura, mesin diesel tersebut ditempatkan di belakang mushala bagian selatan DPRD Sumenep. Namun, selama ini, meski listrik padam, wartawan belum mengetahui jika mesin deisel tersebut digunakan

Bahkan, ketika listrik ada pemadaman bergilir akibat ada gangguan di jembatan Suramadu beberapa waktu lalu, mesin tersebut tidak dihidupkan. Ketika malam hari saat pemadaman, tetap tidak dihidupkan dan tetap menunggu hingga listrik dari PLN hidup.

”Kami mencurigai, pembelian tersebut hanya akan membuang-buang anggaran karena tidak dipergunakan secara mestinya,” tandas Koordinator Pusaka ketika berbincang dengan TIMES Madura, Selasa (07/11/2017).

Menurutnya, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menemui Sekretaris DPRD Sumenep, M Mulqi guna mempertanyakan fungsi hingga mempertanyakan LPj dari pembelian mesin diesel tersebut. Namun, hingga kini, yang bersangkutan masih belum memberikan jawaban pasti.

Terpisah, Sekretaris DPRD Sumenep M Mulqil tidak dapat memberikan jawaban secara pasti. Berkali-kali media ini menghubungi melalui telepon selulernya, tetapi tidak diangkat. Bahkan, SMS yang dikirimkan, pun tidak mendapatkan jawaban.

Media ini tidak berhenti, tetap berusaha untuk konfirmasi. Berkisar pukul 10.00 WIB, hari ini, Rabu (08/11/2017), ditemui di kantornya di lantai II DPRD Sumenep. Namun, yang bersangkutan mengatakan masih dipanggil salah satu pimpinan DPRD Sumenep.

”Nanti ya, masih dipanggil Pak Hanif (Pimpinan DPRD Sumenep),” sambil berlalu meninggalkan awak media.

Hingga berita ini diturunkan berkisar pukul 12.30 WIB, yang bersangkutan ditunggu di lantai II DPRD Sumenep, atau tepat di depan ruang Sekretariat DPRD Sumenep, M Mulqi tak kunjung tiba. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com