Pilgub Jatim 2018

Koordinator Jarmunu: Hentikan Manuver Atas Nama Kiai Kampung

Home / Berita / Koordinator Jarmunu: Hentikan Manuver Atas Nama Kiai Kampung
Koordinator Jarmunu: Hentikan Manuver Atas Nama Kiai Kampung Koordinator Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (Jarmunu) Jawa Timur Fairouz Huda. (Grafis TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, MALANG – Koordinator Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (Jarmunu) Jawa Timur Fairouz Huda mengimbau seluruh masyarakat dan khususnya warga Nahdliyin untuk tetap tenang menjelang Pilgub Jatim 2018.

"Situasi jelang Pilgub Jatim 2018 yang semakin banyak terjadi manuver dari tokoh, memang rawan menimbulkan frustasi sosial," katanya dalam sebuah pernyataan pers yang diterima Times Indonesia, Rabu (8/11).

Menurut Mantan Ketua Umum PKC PMII Jatim 2011-2013 ini, setelah kasus pantun politik Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Alallah, manuver kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai "Kiai Kampung" juga diduga akan membuat shock di basis umat Nahdliyin.

"Umat itu butuh keteladanan, bukan perilaku politik murahan. Umat itu butuh kesejukan, bukan prilaku politik serang-serangan. Lebih-lebih yang diserang adalah tokoh panutan seperti KH. Asep Saifudin Chalim," katanya.

Menurut dia, jika mengatasnamakan Kiai, dalam hal ini "Kiai Kampung", maka sudah barang tentu seorang Kiai akan menebar kebajikan dengan santun. Bukan malah menjadi sumber kebencian yang hanya mendasarkan pada sebuah kepentingan kekuasaan belaka.

"Kiai Kampung itu pengayom masyarakat di lingkaran paling basis. Memiliki kebesaran hati untuk menengahi sebuah problem sosial. Menjadi muara inspirasi lahirkan kedamaian di tengah-tengah masyarakat atau umat," tegasnya.

Tapi kalau ada Kiai tapi hobinya mempertontonkan manuver politik murahan, tambahnya, maka sesungguhnya mereka hanyalah petualang politik dengan menyomot identitas "Kiai Kampung".

"Kami meminta agar mereka tidak lagi mengatasnamakan "Kiai Kampung", tokoh teladan sosial dan keagamaan masyarakat basis. Karena sesungguhnya perilaku mereka sangat jauh sekali dari sakralitas nilai perjuangan Kiai Kampung. Bahkan lebih dekat dengan perilaku politik kampungan," pungkasnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com