Partisipasi Perempuan Sebagai Penyelenggara Pemilu di Jember Minim

Home / Berita / Partisipasi Perempuan Sebagai Penyelenggara Pemilu di Jember Minim
Partisipasi Perempuan Sebagai Penyelenggara Pemilu di Jember Minim Bupati Jember Faida dan pengawas pemilu kecamatan di Aula Dispendik (FOTO:Angga/TIMES Indonesia).

TIMESBANYUWANGI, JEMBER – Kuota 30 persen perempuan dalam keikutsertaan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Kabupaten Jember tidak terpenuhi. Hal ini terlihat saat pelantikan pengawas pemilu tingkat kecamatan (Panwascam) Kabupaten Jember.

Tidak terpenuhinya kuota perempuan menurut Ketua panitia pengawas tingkat Kabupaten (Panwaskab) Jember Abdullah Waid, karena kurangnya kesadaran kaum perempuan dalam keikutsertaan pelaksanaan pesta demokrasi.

"Padahal sudah diinfokan melalui media massa, kecamatan hingga desa untuk kaum perempuan ikut serta. Tetapi memang mungkin karena kurang tertarik atau kurang kesadarannya. Padaha UU telah memberikan ruang lebih," ujarnya saat diwawancarai TIMES Indonesia usai acara pelantikan panwascam di Aula Dispendik, Rabu (8/11/2017).

Abdullah menjelaskan, hanya ada 4 orang perempuan yang bisa dilantik dari 93 orang. Masing-masing dari kecamatan Sumbersari, Pakusari, Semboro dan Kalisat.

Sementara itu Bupati Jember Faida mengatakan diperlukan penelitian mengenai penyebab minimnya partisipasi kaum perempuan sebagai pengawas pemilu.

Kendati demikian Faida berharap, ke depannya perempuan di Jember lebih banyak lagi dalam keikutsertaan penyelenggaraan pemilu.

"Ya kedepan harus lebih banyak. Sebab perempuan juga punya power pengawasan untuk menghasilkan pemimpin yang baik," ucapnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com