Mohamad Guntur Romli Perjuangkan Kartu Santri dan Ekonomi Berbasis Pesantren

Home / Berita / Mohamad Guntur Romli Perjuangkan Kartu Santri dan Ekonomi Berbasis Pesantren
Mohamad Guntur Romli Perjuangkan Kartu Santri dan Ekonomi Berbasis Pesantren Muhammad Guntur Romli saat memaparkan kartu santri dan ekonomi berbasis pesantren dihadapan dewan Juri independen (FOTO: Istimewa)

TIMESBANYUWANGI, SITUBONDO – Mohamad Guntur Romli, putera asli daerah Tapal Kuda Jawa Timur akan perjuangkan Kartu Santri dan ekonomi berbasis pesantren saat ditanya dalam tes wawancara Bakal Calon Legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu, (19/11/2017). 

Haji Guntur Romli menegaskan bahwa ada kebijakan dari Pemerintah yang tidak berpihak pada pesantren dan madrasah, "Siswa-siswa di sekolah-sekolam umum negeri memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP), harusnya siswa di madrasah dan pesantren memperoleh Kartu Santri," kata Haji Guntur di hadapan dewan juri independen, Bibit S Rianto (Mantan Komisioner KPK), Saparinah Sadli (Tokoh Perempuan), Henny Supolo (Tokoh Pendidikan), Zainal Arifin Mochtar (Aktivis Anti Korupsi) dan J Sumardy (Ketua DPP PSI). 

Selain Kartu Santri, Haji Guntur yang studi di Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir dari tahun 1998-2004 juga akan memperjuangkan program ekonomi berbasis komunitas pesantren.

"Ekonomi bangkit kalau jelas antara penjual dan pembeli, ini komunitas yang punya cuma pesantren, harusnya Pemerintah peduli akan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas pesantren. Di Jawa Timur Pesantren Sidogori bisa jadi contoh dengan jaringan bisnisnya dengan Basmalah Mart, ini menuju kemandiran ekonomi umat Islam. Kalau yang terjadi sekarang justru banyak mart-mart tapi keuntungannya tidak masuk ke pesantren, padahal pembelinya umat Islam." kata Haji Guntur putera dari KH Achmad Zaini Romli, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Aitam, Jangkar, Situbondo. 

"Untuk memberdayakan ekonomi berbasis pesantren sebenarnya mudah, tinggal buat kebijakan dan program bantuan likuditas dan pelatihan untuk mitra-mitra," tegas Haji Guntur yang dikenal sebagai "anak ideologis" Gus Dur. 

Selain Kartu Santri dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Haji Guntur juga menyiapkan program Kartu untuk guru, kyai, ustadz dan pengajar di madrasah, pesantren, mushola dan masjid. 

"Negara harus peduli pada madrasah dan pesantren yang terafiliasi pada NU, karena Negara ini masih ada dan tegak karena pembelaan NU, Madrasah dan Pesantren, jangan sampai Negara salah membesarkan basis. Ini radikalisme muncul di basis-basis sekolah umum yang dibiayai negara, tapi NU, Madrasah dan Pesantren yang cinta Negara ini malah diabaikan," tutup Haji Guntur yang akan maju sebagai Calon Legislatif DPR RI (Pusat) melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com