Komunitas Kizuna Kampanye Anti Bulliying ke Sekolah-sekolah

Home / Berita / Komunitas Kizuna Kampanye Anti Bulliying ke Sekolah-sekolah
Komunitas Kizuna Kampanye Anti Bulliying ke Sekolah-sekolah Komunitas Kizuna sedang melaksanakam edukasi dihadapan siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal Gresik Kota Baru. (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, GRESIK – Komunitas Kizuna gencar melaksanakan kampanye anti bulliying atau perundungan dengan mengunjungi sekolah. Mereka memberikan edukasi kepada anak tentang bahaya bulliying. 

Uniknya, mereka menuangkan edukasi tersebut dalam bentuk pertunjukan, yakni melalui panggung cerita yang diperankan langsung oleh para anggota komunitas. 

Beberapa anggota mengenakan kostum dan aksesoris yang menggambarkan sosok hewan kelinci, adapula karakter singa di tengah cerita. 

Dalam cerita tersebut, mengisahkan anak kelinci yang baru sekolah dan mulai menghadapi dunia baru dan bertemu dengan orang-orang asing yang baru ia kenal.

Dalam cerita tersebut, Mery yang merupakan kelinci kecil tersebut harus menghindari orang asing yang menyentuh bagian tubuhnya yang tertutup baju.

Ketua Komunitas Kizuna Ria Eka Lestari mengatakan, aksi kekerasan dengan segaa bentuknya masih kerap terjadi di sekolah-sekolah yang ada di kota Pudak. Bahkan, kata dia, pelakunya biasanya dari teman sebayanya. 

Menurutnya pemahaman bahaya kekerasan tersebut sangatlah penting, karena banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar.

Selain edukasi bentuk cerita, komunitas ini juga menciptakan lagu agar pemahaman itu bisa dengan gampang dicerna pelajar.

“Lagu itu untuk mengingat, biasanya mereka mudah mengingat kalau disampaikan dengan kegembiraan. Seperti bernyanyi,” ungkapnya usai memberikan edukasi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Gresik Kota Baru (GKBu ), Rabu (22/11/2017). 

Komunitas Kizuna ini akan terus melaksanakan kegiatan positif serta fokus memberikan edukasi kepada anak-anak khususnya korban bulliying serta kejahatan mental yang kerap terjadi di sekolah. 

Dirinya juga berharap agar anak-anak paham dengan kondisi lingkunganya serta perilaku bulliying bisa dihindari oleh anak-anak. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com