Indikator
  • Undercontruction

Kasi Intel Kejari Sidoarjo Wakili Jatim Diklat ILEA Bangkok 2018

Home / Peristiwa - Daerah / Kasi Intel Kejari Sidoarjo Wakili Jatim Diklat ILEA Bangkok 2018
Kasi Intel Kejari Sidoarjo Wakili Jatim Diklat ILEA Bangkok 2018 Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Idham Kholid SH. MH saat mengikuti diklat International Law Enforcement Academy (ILEA) yang digelar di Bangkok. (FOTO: Istimewa/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, SIDOARJO – Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Idham Kholid SH. MH, berkesempatan mengikuti diklat International Law Enforcement Academy (ILEA) yang digelar di Bangkok, Thailand.

Pria yang akrab disapa Gus Idham itu terpilih mewakili Kops Adhyaksa (Kejati) Jawa Timur. Diklat ini sendiri diikuti 31 peserta dari 13 negara pada 19-30 Maret lalu 2018 di Bangkok.

Dalam diklat ILEA tersebut para peserta  dididik bagaimana penanganan serta mengatasi kejahatan global antar negara, terutama bahaya peredaran narkoba.

KEjari-Sidoarjo.jpg

"Dari ratusan bahkan ribuan Jaksa saya dari Kejari Sidoarjo tak menyangka terpilih mengikuti ILEA tahun ini. Ini kesempatan langka dan dalam diklat tersebut saya dapat ilmu baru dari pemateri Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika yang bekerjasama dengan The United States Department of Justice," katanya, Minggu (15/4/2018).

Di ILEA Indonesia diwakili 5 orang dari 3 institusi penegakan hukum, yakni dari Kejaksaan Agung RI 3 orang Jaksa, satu dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan satu peserta lagi dari Mabes Polri. 
Perwakilan Indonesia akan berbaur dengan perwakilan institusi penegak hukum dari sejumlah negara seperti USA, Thailand, Malaysia, Singaputa, Vetnam dan Kamboja serta negara negara maju Lainnya.

"Walaupun masing masing negara memiliki aturan hukum tersendiri atau berbeda, namun pelajaran dan materi saat di ILEA lebih kepada pengetahuan hukum internasional. Kami selaku aparat penegak hukum, perlu menyadari bahwa pelaku kejahatan di sekeliling kita itu sudah borderless atau mempunyai jaringan lintas batas negara," ucapnya.

KEjari-Sidoarjo-C.jpg

"Oleh karena itu perlu memperbarui cara pandang dalam penanganan tindak pidana khususnya extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa seperti korupsi, narkotika, dan terorisme dengan pelibatan jejaring internasional aparat penegak hukum," paparnya.

Mantan Kasi Intel Kejari Tulungagung ini mengaku jika saat ini kejahatan narkotika nasional menjadi perhatian dan penanganan khusus bagi penegak hukum di seluruh negara internasional. 

Pelibatan jejaring internasional APH secara efektif dan efisien akan menjadi solusi bersama dalam percepatan penanganan kejahatan kejahatan skala internasional yang menghantui dunia.

Idham mencontohkan, dari pemaparan DEA pembuatan narkoba saat ini sangat mudah dan bisa dilakukan dilaboratrium ilegal oleh ahli Kimia.

KEjari-Sidoarjo-B.jpg

Ahli kimia sangat mudah membuat narkoba jenis Metamfetamin (metil amfetamina atau desoksiefedrin) atau sabu-sabu. Di negara negara maju pembuatan narkotika jenis itu bisa dibuat di lab-lab biasa atau laboratrium ilegal.

"Tak hanya itu kita juga dibekali bagaimana penanganan dengan energi positif terhadap permasalahan narkotika, bagaimana mencegah, mengetahui proses pembuatan narkotika dan yang terpenting penanganan kasus narkotika sejak dini," ucapnya.

Intinya di ILEA negara negara didunia harus bergabung dan bekerjasama menangani kejahatan narkotika yang saat ini menjadi momok negara negara dunia.

Idham Kholid menambahkan jika hasil materi selama mengikuti diklat ILEA di Bangkok itu akan dipaparkannya kepada Jaksa di Jatim, khususnya Kejari Sidoarjo.

"Ilmu yang saya dapatkan selama diklat ILEA di Bangkok sangat berharga, aura positif ini harus saya tularkan dan presentasikan ke Korps Adhyaksa Jatim. Pengetahuan baru di ILEA kemarin juga akan saya sampaikan saat mengisi materi disekolah-sekolah saat program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Kabupaten Sidoarjo," ucapnya lebih lanjut.(*)

Berita Terkait

Komentar