Penghina Kiai Terus Berulah, Warga NU Banyuwangi Rapatkan Barisan

Home / Berita / Penghina Kiai Terus Berulah, Warga NU Banyuwangi Rapatkan Barisan
Penghina Kiai Terus Berulah, Warga NU Banyuwangi Rapatkan Barisan Ratusan pengurus MWC NU se Kabupaten Banyuwangi dan pengurus PCNU setempat saat musyawarah di Masjid Besar Baiturrohiem, Rogojampi. (FOTO: Dian Efendi/ TIMES Indonesia)

TIMESBANYUWANGI, BANYUWANGI – Ratusan perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se Banyuwangi, Jumat malam (19/1/2018), berkumpul di Masjid Besar Baiturrohiem, Rogojampi.

Mereka merapatkan barisan, berencana merespon perilaku terdakwa kasus penghinaan Kiai, M Yunus Wahyudi.

Forum yang juga dihadiri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), kompak menilai perilaku Yunus sudah tidak bisa dibiarkan.

"Kita tidak boleh diam, kini saatnya kita bergerak," ucap Sekretaris PCNU Banyuwangi, Guntur Al Badri diikuti pekik takbir para jamaah.

Seperti diketahui, Yunus adalah penghujat oknum PCNU serta penghina Kiai Banyuwangi. Demi kemaslahatan, usaha tabayyun serta mengedepankan musyawarah dari tokoh NU pun dilakukan. Namun bukannya disambut baik, aktivis asal Simbar Tampo, Kecamatan Cluring, justru tidak menggubris. Akhirnya jalur hukum pun ditempuh PCNU Banyuwangi.

Namun bukannya jera, selama proses persidangan, Yunus justru kembali berulah. Wakil Ketua PCNU, H Nanang Nur Ahmadi, yang kebetulan menjadi saksi, dilempar botol berisi air mineral.

"Ini yang sangat kami sayangkan. Kejadian ini membuktikan bahwa proses persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi, sudah tak lagi aman," kata H Nanang.

Dalam forum ini diputuskan, PCNU Banyuwangi, akan bereaksi atas perilaku Yunus tersebut. Bukan sebagai bentuk amarah atau kebencian, tapi lebih ke arah menjaga marwah NU dan Kiai. Terlebih sebelumnya Yunus memang pernah menyebut 'Kiai Perampok'. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com